PESAWARAN – Brigadir Jenderal TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno, Waaster Panglima TNI, melakukan kegiatan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, yang diselenggarakan oleh Kodim 0421/Lampung Selatan di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung perkembangan pelaksanaan program TMMD serta mengevaluasi hasil kerja para anggota Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.
Dalam tinjauannya, Bambang Hadi Suseno melihat berbagai sasaran fisik yang tengah dikerjakan, termasuk pembangunan rabat beton, pembuatan talud, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Ia juga berinteraksi dengan masyarakat dan anggota pelaksana untuk mendapatkan gambaran tentang perkembangan kegiatan di lapangan serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi.
Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan, Mochammad Nuril Ambiyah, mengungkapkan bahwa kunjungan Waaster Panglima TNI sangat penting untuk memastikan program TMMD berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Saran dan bimbingan yang diberikan akan menjadi motivasi bagi kami dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan TMMD,” katanya.
Selain mengevaluasi kegiatan fisik, Bambang Hadi Suseno juga mengamati pelaksanaan kegiatan nonfisik yang menjadi bagian dari TMMD, seperti penyuluhan kepada masyarakat dan pelayanan kesehatan. Ia memberikan apresiasi terhadap antusiasme warga Desa Tanjung Rejo yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bambang Hadi menegaskan bahwa kemanunggalan antara TNI dan rakyat merupakan kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Ia berharap TMMD ke-127 dapat memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Tanjung Rejo dan sekitarnya.
Kegiatan pengawasan dan evaluasi ini diharapkan dapat memastikan pelaksanaan TMMD ke-127 oleh Kodim 0421/Lampung Selatan semakin efektif dan memberi dampak positif bagi pembangunan desa. Rencananya, program TMMD ke-127 di wilayah tersebut akan ditutup pada 11 Maret 2026 di Lapangan Sepak Bola Glora Muda, Desa Gunung Sari, Kabupaten Pesawaran.
