
Seruyan – Kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus berlanjut dengan sigap. Dalam hal ini, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P, ikut mendampingi Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, S.E., M.Si. untuk melakukan inspeksi langsung terhadap kebakaran yang terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), khususnya di Resor Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan pada Kamis (15/10/2026).
Kunjungan ini menjadi respons terhadap instruksi dari Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subiyanto mengenai akselerasi penanggulangan Karhutla. Salah satu agenda penting dalam penanganan ini adalah merencanakan pembangunan sebanyak 200 titik sumur bor sebagai alternatif sumber air untuk memperlancar proses pemadaman kebakaran yang tengah berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 102/Pjg bersama Dandim 1015/Sampit, serta jajaran lainnya seperti Bupati Seruyan dan anggota dari institusi terkait melakukan pengecekan kondisi secara langsung. Mengingat sulitnya akses lokasi kebakaran, rombongan harus menggunakan sepeda motor trail dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menjangkau area yang terimpact.
Setelah tiba di area kebakaran, Danrem 102/Pjg memimpin monitoring situasi di lapangan. Mereka juga melakukan pemantauan melalui udara menggunakan drone untuk melihat kondisi terkini serta mengidentifikasi titik-titik yang akan menjadi prioritas dalam pembangunan sumur bor. Melalui langkah ini, diharapkan dapat terus memperkuat pengendalian api dan melindungi hutan Taman Nasional Tanjung Puting.
