Aksi tanggap darurat kembali ditunjukkan oleh personel Kodim 1017/Lamandau bersama tim gabungan lintas instansi dalam mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Setelah mendeteksi adanya titik panas melalui laporan pantauan, seluruh petugas segera dikerahkan untuk melakukan pemadaman di lapangan secara langsung.
Operasi pemadaman ini melibatkan kolaborasi antara TNI, Polri, Brimob, BPBD Lamandau, serta para relawan setempat. Fokus penanganan kali ini dipusatkan di area plasma PT MML yang berlokasi di Desa Batu Hambawang pada Jumat sore, guna memastikan api tidak merembet ke area yang lebih luas.
Perjalanan menuju lokasi memerlukan perjuangan ekstra karena tim harus menempuh jarak sekitar 19 kilometer dengan waktu tempuh mencapai 35 menit. Tantangan utama di lapangan adalah kondisi vegetasi yang didominasi semak belukar dan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar serta menyimpan bara api di kedalaman tanah.
Dandim 1017/Lamandau, Letkol Arm Ady Kurniawan, menekankan bahwa respons cepat adalah kunci utama agar kebakaran tidak meluas. Beliau juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar berhenti membersihkan lahan dengan cara dibakar, mengingat risiko besar yang ditimbulkan bagi lingkungan dan keselamatan publik.
