LAMONGAN — Di tengah terik matahari bulan Agustus, Bendera Merah Putih berkibar megah di sepanjang jalan desa yang baru saja ditingkatkan. Suara cangkul, tawa masyarakat, dan aroma kopi hangat menciptakan atmosfer penuh semangat antara warga dan prajurit TNI. Di Desa yang terlibat dalam TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-129 Kodim 0812/Lamongan, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini melibatkan rasa kedekatan yang menghangatkan hati.
Bagi penduduk desa, kemerdekaan tidak hanya sekadar acara tahunan atau perlombaan. Kemerdekaan tampil dalam bentuk nyata: penataan jalan yang semakin baik, kerjasama dalam merenovasi rumah yang tidak layak huni, serta kembalinya semangat gotong royong di tengah derasnya perkembangan zaman. “Dulu jalan ini selalu becek saat hujan. Sekarang, bersama tentara, kami membangun jalan ini dengan tangan kami sendiri. Melihat Merah Putih berkibar di jalan yang baru dibangun… rasanya seperti merdeka sejati,” ungkap Mbah Sukio, seorang tokoh setempat dengan mata berbinar.
Program TMMD ke-129 yang diselenggarakan oleh Kodim 0812/Lamongan tidak hanya berfokus pada aspek fisik seperti semen dan batu. Di balik konstruksi ini, terdapat kedekatan kekeluargaan yang terjalin erat. Anggota Satgas TMMD tidak hanya bekerja, tetapi juga menjadi keluarga bagi penduduk desa.
Mereka tinggal di rumah warga, berbagi makanan, serta menikmati kebersamaan di malam hari. Momen menjelang Hari Kemerdekaan ini menjadi pengingat akan akar budaya bangsa seperti gotong royong dalam kerangka TMMD. Pada TMMD ke-129, terlihat kebersamaan antara prajurit dan masyarakat saat mereka mengecat gapura desa, mendirikan umbul-umbul, dan membersihkan lingkungan sekitar. Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, menegaskan pentingnya tmmd dalam menjaga warisan leluhur. “Kemerdekaan diraih lewat persatuan dan gotong royong. Kami ingin memastikan bahwa semangat gotong royong tetap hidup di hati masyarakat Lamongan,” tegasnya.
