
MALANG – Sekumpulan batu belah berukuran besar kini terpampang di sisi jalan Dusun Krajan, Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Batu-batu ini bukan hanya sekadar material konstruksi, melainkan juga menjadi simbol harapan bagi penduduk setempat untuk menghindari risiko tanah longsor ketika hujan turun.
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0818/Kab. Malang-Batu memungkinkan prajurit TNI dan warga berkolaborasi dalam proyek pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT). Pekerjaan DPT ini menjadi salah satu fokus utama untuk memperkuat struktur tanah di tebing yang rentan terhadap erosi di wilayah itu.
Sejak pagi, suasana gotong-royong antara TNI dan masyarakat terlihat jelas di lokasi pembangunannya. Tanpa rasa letih, anggota Satgas TMMD bersinergi dengan warga untuk menata dan memindahkan batu belah dengan sistem estafet. Momen canda tawa mereka saat bekerja menjadi penghilang lelah, membentuk hubungan kekeluargaan di antara semua pihak yang terlibat.
Letkol Czi Bayu Nugroho, Dansatgas TMMD 130 Kodim 0818/Kab. Malang-Batu, mengungkapkan bahwa pembangunan DPT ini bertujuan untuk memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga, baik yang tinggal maupun yang melintas di area yang rawan longsor. “Desa Taji memiliki potensi alam luar biasa, tetapi topografinya memerlukan infrastruktur yangandalan. Dengan DPT ini, kami berharap akses warga tetap aman dan produktivitas ekonomi berlanjut tanpa rasa khawatir,” katanya.
