Pancasila Dinilai Tetap Relevan Hadapi Tantangan Global dan Dinamika Zaman

MEULABOH – Prajurit Korem 012/Teuku Umar menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Senin (1/6/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadlie, S.H., bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Kapten Inf Sunaim dipercaya sebagai Komandan Upacara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Dandim 0105/Aceh Barat, unsur Forkopimda Aceh Barat, Danyonif 116/Garda Samudra, para Kepala Badan Pelaksana (Kabalak) jajaran Korem 012/Teuku Umar, prajurit Korem 012/TU, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global. Pancasila juga menjadi “jangkar moral” bangsa Indonesia dalam menghadapi disrupsi teknologi maupun dinamika geopolitik dunia.

Kepala BPIP juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik di berbagai belahan dunia.

Pada bagian akhir amanatnya, Kepala BPIP mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan kebijakan.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, bersatu karena semangat persatuan, dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh komponen bangsa semakin memperkokoh persatuan, menjaga kerukunan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.(Pr012).