MINAHASA UTARA — Untuk menghadapi dampak dari musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino, Korem 1310/Bitung berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Minahasa Utara mengadakan Apel Geladi Kesiapsiagaan Bencana. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Kantor BPBD Kab. Minahasa Utara, tepatnya di Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi pada hari Kamis, 23 April 2026.
Apel tersebut diikuti oleh unsur TNI, Polri, serta instansi pemerintah lainnya, menunjukkan sinergitas dalam merespons potensi bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih yang umumnya terjadi di musim kemarau.
Acara ini dipimpin oleh Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bapak Umbase Mayuntu, S.Sos., M.Si., yang membacakan amanat Bupati. Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa apel ini sejalan dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2007 mengenai penanggulangan bencana, yang menegaskan tanggung jawab pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana.
“Kita memiliki komitmen untuk melindungi kehidupan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman seperti kebakaran lahan, krisis air bersih, dan kekeringan pertanian,” ucap Umbase Mayuntu.
Selama apel, dilakukan pula pengecekan kesiapan personel dan peralatan penanganan bencana. Para peserta menerima penjelasan mengenai langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino.
Di kesempatan terpisah, Komandan Kodim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ, menekankan pentingnya keterlibatan TNI dalam mendukung pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan bencana. Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk waspada dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan demi mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi akibat perubahan cuaca yang ekstrem. “Diharapkan dengan adanya apel kesiapsiagaan ini, seluruh elemen masyarakat bisa bersatu dan siap menghadapi kondisi apapun yang mungkin timbul,” tutup Dandim.
