Jembatan Garuda Tahap VI Terus Berprogres, Babinsa dan Warga Kompak Rampungkan Perakitan Besi WF

TAPIN – Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan. Hal tersebut terlihat pada pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI di Desa Matang Batas, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, yang kini memasuki tahapan penting, yakni perakitan besi Wide Flange (WF) sebagai rangka utama konstruksi jembatan, Rabu (15/7).

BabinsaKoramil 1010-04/Binuang Serda M. Rohim bersama masyarakat setempat terus bekerja bahu-membahu melaksanakan proses perakitan besi WF dengan penuh ketelitian. Setiap komponen dirakit sesuai spesifikasi teknis agar konstruksi jembatan memiliki kekuatan, kestabilan, dan daya tahan yang optimal sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

Di bawah pendampingan Babinsa Koramil 1010-04/Binuang, seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan kerja dan kualitas konstruksi. Kekompakan antara prajurit TNI, aparat desa, dan warga menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan tanpa mengabaikan standar mutu pekerjaan.

Pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD melalui Kodim 1010/Tapin dalam membantu pemerintah meningkatkan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, memperlancar mobilitas penduduk, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung aktivitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian desa.

Babinsa yang setiap hari mendampingi proses pembangunan mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari tingginya semangat gotong royong masyarakat. Sejak dimulainya pembangunan hingga memasuki tahap perakitan besi WF, warga terus menunjukkan antusiasme dengan memberikan tenaga, waktu, dan dukungan demi percepatan penyelesaian jembatan.

Menurutnya, budaya gotong royong merupakan warisan bangsa yang harus terus dipelihara. Melalui pembangunan Jembatan Garuda, nilai-nilai kebersamaan semakin tumbuh karena masyarakat dan TNI bekerja sebagai satu kesatuan untuk mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Warga Desa Matang Batas menyambut baik perkembangan pembangunan tersebut.

Mereka mengaku sangat menantikan selesainya Jembatan Garuda karena selama ini keberadaan jembatan menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan adanya jembatan yang kokoh dan representatif, akses menuju lahan pertanian, fasilitas umum, serta desa-desa sekitar akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pembangunan Jembatan Garuda juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sosial kepada masyarakat. Mobilitas kendaraan pengangkut hasil panen, kendaraan pelayanan kesehatan, maupun akses anak-anak menuju sekolah akan semakin mudah sehingga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sementara itu, Danramil 1010-04/Binuang, Kapten Inf Ariadi, menyampaikan bahwa progres pembangunan yang kini memasuki tahap perakitan besi WF menunjukkan komitmen TNI bersama masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga.

“Pembangunan Jembatan Garuda bukan hanya membangun sarana penghubung, tetapi juga membangun semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat. Tahapan perakitan besi WF merupakan bagian penting dari proses pembangunan, sehingga seluruh pekerjaan harus dilakukan secara teliti dan sesuai standar agar menghasilkan konstruksi yang kuat, aman, dan berkualitas.

Kami akan terus mengawal setiap tahapan pekerjaan bersama masyarakat hingga pembangunan selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga Desa Matang Batas maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Kapten Inf Ariadi.

Dengan terus berjalannya pembangunan hingga memasuki tahap perakitan besi WF, diharapkan Jembatan Garuda Tahap VI dapat segera diselesaikan sesuai target. Kehadirannya nantinya tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tapin.(1010).