Jelang Musim Kemarau, Warga Pantai Ulin Dibekali Ilmu Cegah Karhutla oleh Satgas TMMD 128

HULU SUNGAI SELATAN – Komitmen TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik di Desa Pantai Ulin, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS. Satgas TMMD juga menggencarkan sasaran nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Selasa (28/4/26).

Salah satu kegiatan yang digelar adalah penyuluhan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bertempat di Gedung Kantor Desa Pantai Ulin. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Satgas TMMD dengan Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSS.

Komandan Satgas TMMD ke-128 sekaligus Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko melalui koordinator kegiatan, Serma Khairil Anwar, menjelaskan bahwa program TMMD dirancang seimbang antara sasaran fisik dan nonfisik.

“Sasaran nonfisik ini kami gelar dengan maksud kehadiran TNI melalui Satgas TMMD di tengah masyarakat dapat menambah serta membangun sumber daya manusia. Harapannya, masyarakat menjadi tahu, mau, dan mampu mengubah perilaku atau cara usaha demi meningkatkan pengetahuan, keterampilan, produktivitas, serta kesejahteraan hidup mereka secara mandiri,” jelas Serma Khairil Anwar.

Menurutnya, pembangunan fisik seperti jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, atau fasilitas umum akan lebih bermanfaat jika dibarengi dengan peningkatan kapasitas warga. Karena itu, penyuluhan menjadi agenda penting selama TMMD ke-128 berlangsung di Desa Pantai Ulin.

Penyuluhan Karhutla dipilih karena Desa Pantai Ulin dan wilayah HSS secara umum merupakan daerah yang rawan terjadi kebakaran lahan saat musim kemarau. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang bahaya Karhutla, mengedukasi cara pencegahan dini, serta mengurangi kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar saat berladang.

Serma Khairil Anwar menambahkan, edukasi ini adalah bentuk kepedulian TNI agar tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga sejarah berupa kesadaran baru bagi masyarakat.

“Kami ingin Satgas TMMD bisa memberikan sejarah untuk masyarakat. Tidak hanya melaksanakan pembangunan fisik, namun melalui edukasi dan pemberian informasi tentang bahaya Karhutla, sehingga saat musim kemarau tiba masyarakat bisa mencegah dampak buruk Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Ini juga bagian dari upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.

Narasumber dari BPBD Kabupaten HSS, Bapak Sandy, menyambut baik kolaborasi bersama Kodim 1003/HSS dalam program TMMD ke-128. Dalam paparannya, ia menjelaskan dampak buruk Karhutla, regulasi yang mengatur larangan pembakaran lahan, serta teknik pembukaan lahan tanpa bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Pemerintah daerah melalui BPBD siap bersinergi dengan TNI Kodim 1003/HSS dalam menyukseskan program TMMD ke-128 di Desa Pantai Ulin. Kami sangat senang bisa bergabung dan terlibat dalam kegiatan TMMD ini, dan siap bekerja sama melaksanakan penyuluhan Karhutla kepada masyarakat,” ungkap Sandy.

Ia berharap sinergitas yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus berlanjut. “Diharapkan kerja sama ini terus berjalan dalam mengatasi maupun mencegah munculnya Karhutla di musim kemarau, baik di wilayah Kabupaten HSS pada umumnya maupun di Desa Pantai Ulin khususnya,” tandasnya.

Kegiatan penyuluhan mendapat sambutan positif dari warga Desa Pantai Ulin. Puluhan warga hadir dengan antusias dan penuh semangat. Mereka rela meninggalkan aktivitas di rumah dan ladang demi mengikuti materi yang disampaikan narasumber.

Salah satu warga, Ibu Rahmah, mengaku mendapat banyak pengetahuan baru. “Ternyata asap Karhutla itu bahayanya besar untuk anak-anak dan orang tua. Kami jadi tahu cara mencegahnya. Terima kasih TNI dan BPBD sudah mengingatkan kami,” tuturnya.

Program TMMD ke-128 di Desa Pantai Ulin menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak bisa hanya mengandalkan sektor fisik. Pendekatan humanis melalui edukasi dan penyuluhan terbukti mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan kolaborasi TNI, Pemerintah Daerah, dan partisipasi aktif warga, diharapkan Desa Pantai Ulin semakin tangguh, baik dari sisi infrastruktur maupun ketahanan terhadap bencana, khususnya Karhutla.

@pendim1003Barito Kuala – Komando Distrik Militer (Kodim) 1005/Barito Kuala kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Kali ini, fokus perhatian tertuju pada pembangunan proyek strategis “Jembatan Garuda” yang berlokasi di Desa Tamban Bangun, RT 10, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Pada hari Senin (27/4/2026).

‎Kegiatan konstruksi berlanjut ke tahapan penting, yaitu pelaksanaan pekerjaan pengacian pada pondasi pagar jembatan. Pengerjaan ini dilakukan dengan penuh ketelitian dan disiplin tinggi guna memastikan kualitas bangunan yang kokoh, rapi, dan tahan lama sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.

‎Kehadiran personel TNI di lokasi pembangunan tidak hanya sebagai pengawas, namun juga menjadi motivator dan pelaku langsung dalam setiap tahapan pekerjaan. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam upaya mewujudkan fasilitas umum yang layak dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

‎Pasiter Kodim 1005/Barito Kuala Kapten Inf Samsudin Nor, pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan salah satu prioritas yang terus didorong penyelesaiannya. “Kami terus memantau dan memacu setiap progres yang ada. Pekerjaan pengacian pondasi pagar hari ini merupakan bagian krusial untuk memperkuat struktur sekaligus memberikan tampilan yang estetis pada jembatan nantinya. Kami pastikan setiap proses dikerjakan dengan standar yang baik agar hasilnya maksimal dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Kapten Inf Samsudin Nor menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini adalah bentuk pengabdian nyata. “TNI hadir di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut serta aktif dalam membangun daerah. Kami berharap dengan selesainya Jembatan Garuda ini, akses transportasi warga menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Tamban dan sekitarnya,” tambahnya.

‎Hingga saat ini, pembangunan Jembatan Garuda terus berjalan sesuai jadwal yang direncanakan. Dengan semangat kerja yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proyek ini dapat segera diresmikan dan memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan Kabupaten Barito Kuala.(1005).