Jejak Sejarah TMMD: Dari ABRI Masuk Desa ke Pembangunan Masyarakat

Jejak Sejarah TMMD: Dari ABRI Masuk Desa ke Pembangunan Masyarakat

PAMEKASAN – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program yang memiliki latar belakang sejarah yang panjang, dimulai dari inisiatif ABRI Masuk Desa (AMD) yang dimulai pada tahun 1980. Inisiatif ini diperkenalkan oleh Panglima ABRI waktu itu, Jenderal M. Jusuf, sebagai langkah untuk mengurangi ketidakmerataan pembangunan di daerah pedesaan dan sekaligus mempererat keterikatan antara angkatan bersenjata dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan awalnya, AMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat hubungan antara ABRI dan masyarakat melalui praktik gotong royong. Program ini melibatkan langsung prajurit dalam kegiatan pembangunan sambil berinteraksi dengan penduduk lokal.

Prajurit yang terlibat dalam AMD tinggal bersama masyarakat, berbagi makan, serta menggunakan alat sederhana dalam proses pembangunan untuk memastikan partisipasi masyarakat secara aktif. Dengan cara ini, pihak TNI tidak hanya hadir sebagai pembangun, tetapi juga sebagai penghubung sosial yang dekat dengan masyarakat.

Setelah perubahan signifikan dalam struktur organisasi militer pasca-reformasi tahun 2000, ABRI bertransformasi menjadi TNI dan Polri. Dengan transformasi ini, nama AMD diubah menjadi TMMD, namun semangat kebersamaan tetap dipelihara sampai sekarang, termasuk dalam kegiatan TMMD ke-130 yang dilaksanakan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.