Personel Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI melanjutkan aksi nyata dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada hari keempat penugasan mereka. Kegiatan penyuluhan ini menyasar dua lokasi strategis di Kabupaten Kapuas, yakni Kantor Kecamatan Selat dan MAN Kapuas di Kelurahan Selat Tangah. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya pembakaran lahan secara ilegal.
Delegasi ini dipimpin secara langsung oleh Laksma TNI Henricus P bersama jajaran perwira menengah TNI dari berbagai matra. Dalam forum tersebut, tim menjelaskan secara rinci mengenai regulasi hukum dan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran hutan. Kehadiran para perwira ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara aparat keamanan dengan unsur pemerintahan di tingkat akar rumput.
Laksma TNI Henricus P menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga sekitar dalam menjaga kelestarian alam. Beliau mengimbau agar masyarakat meninggalkan kebiasaan lama membuka lahan dengan cara membakar karena dampak buruknya yang sangat luas. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama agar titik api dapat dideteksi dan dilaporkan sedini mungkin sebelum meluas.
Selain sosialisasi formal, tim juga melakukan pendekatan edukatif kepada para siswa di MAN Kapuas melalui metode simulasi dan diskusi interaktif. Para pelajar diajarkan untuk memahami kaitan antara cuaca ekstrem, kelalaian manusia, dan ancaman kabut asap bagi kesehatan pernapasan. Diharapkan, melalui langkah preventif yang masif ini, potensi bencana Karhutla di wilayah Pulang Pisau dan Kapuas dapat diminimalisir secara efektif.
