LOMBOK TENGAH – Menghadapi derasnya pengaruh budaya asing dan kemajuan teknologi, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1620-05/Janapria mengambil inisiatif untuk membekali para pelajar dengan wawasan kebangsaan. Program ini dilaksanakan di sekolah pada hari Senin (11/5/2026) agar generasi muda tidak kehilangan identitas mereka sebagai warga negara.
Acara ini bukan sekadar seminar biasa, melainkan merupakan langkah strategis dari TNI untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan kesadaran bernegara sejak usia dini. Dengan menghadapi Generasi Z yang cenderung kritis, metode yang digunakan pun disesuaikan agar lebih mudah diakses dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kapten Inf Wage menjelaskan bahwa generasi muda merupakan pilar penting bagi masa depan. “Apabila fondasi mereka tidak dikuatkan dengan kecintaan pada tanah air, maka mereka dapat dengan mudah terpengaruh oleh berbagai informasi luar yang dapat mempengaruhi pandangan mereka,” ungkapnya.
Siswa-siswa dibimbing untuk meresapi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, serta prinsip Bhinneka Tunggal Ika untuk menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap cinta tanah air ditanamkan tidak hanya melalui cara angkat senjata, tetapi juga melalui tindakan sehari-hari seperti belajar giat dan bijaksana dalam menggunakan media sosial.
