ACEH JAYA – Aparat kewilayahan TNI Angkatan Darat melalui Koramil 06/Teunom dan Posramil Pasie Raya Kodim 0114/Aceh Jaya terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di wilayah binaan. Dua personel Babinsa, Sertu Arafik dan Sertu Pujianto, melaksanakan patroli kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus pemantauan wilayah rawan bencana, Sabtu (09/05/2026).
Kegiatan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan lingkungan yang dapat berdampak pada keselamatan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang memengaruhi kondisi hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.
Dalam pelaksanaan patroli, Babinsa tidak hanya melakukan pengecekan titik-titik rawan Karhutla, tetapi juga memantau kondisi aliran sungai dan daerah yang berpotensi terdampak banjir akibat luapan Sungai Krueng Oun. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini untuk meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian material di masyarakat.
Sertu Arafik dalam kesempatan tersebut turut memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai maupun wilayah rendah yang rawan terdampak genangan air.
Ia menegaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu dengan intensitas hujan tinggi harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki potensi bencana banjir dan tanah longsor.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas, terutama di sekitar aliran Sungai Krueng Oun. Hindari lokasi yang rawan banjir karena curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi,” ujar Sertu Arafik.
Kegiatan patroli Karhutla dan pemantauan wilayah rawan bencana ini mencerminkan peran aktif TNI dalam mendukung upaya mitigasi bencana di daerah. Tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan, aparat teritorial juga memiliki tanggung jawab dalam membantu pemerintah daerah menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana alam.
Dalam konteks pertahanan negara, ancaman nonmiliter seperti bencana alam menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa. TNI AD melalui Babinsa sebagai ujung tombak di wilayah terus diperkuat perannya dalam sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Patroli rutin seperti yang dilakukan di wilayah Teunom ini menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial yang terintegrasi dengan upaya perlindungan masyarakat. Kehadiran Babinsa di lapangan juga memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Selain itu, pencegahan Karhutla juga menjadi fokus penting mengingat dampaknya yang dapat merusak ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang luas. Oleh karena itu, Babinsa secara aktif melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Keterlibatan Babinsa dalam patroli Karhutla dan pemantauan banjir juga menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga ketahanan wilayah. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang memiliki karakter geografis rawan terdampak perubahan cuaca.
Melalui komunikasi sosial yang terus dibangun, Babinsa berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan sekitar. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan teritorial yang menekankan pada pencegahan dan edukasi.
Di wilayah Aceh Jaya, kondisi geografis yang terdiri dari aliran sungai, perbukitan, dan kawasan pertanian membuat potensi bencana seperti banjir dan longsor perlu terus diwaspadai, terutama saat musim penghujan dengan intensitas tinggi.
Dengan adanya patroli rutin yang dilakukan Babinsa Koramil 06/Teunom dan Posramil Pasie Raya, diharapkan potensi bencana dapat diminimalisir sejak dini melalui langkah-langkah pencegahan yang terukur dan cepat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung pemerintah daerah menjaga keselamatan masyarakat serta memperkuat ketahanan wilayah dari berbagai ancaman, baik militer maupun nonmiliter.
Melalui peran aktif di lapangan, Babinsa tidak hanya menjadi garda terdepan dalam pembinaan teritorial, tetapi juga sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah binaan.(0114).
