ACEH JAYA – Upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita, terus diperkuat melalui berbagai program berbasis gizi di tingkat kecamatan. Salah satunya melalui kegiatan Pembekalan dan Evaluasi Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan berbahan pangan lokal yang digelar di Aula Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (28/4/2026) pukul 09.30 WIB.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya penanganan masalah gizi, terutama bagi ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), risiko KEK, serta balita yang mengalami masalah gizi. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, program ini diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dan mudah diterapkan di tengah masyarakat.
Sejak pagi, suasana aula kecamatan sudah dipenuhi peserta yang terdiri dari berbagai unsur lintas sektor. Tercatat sekitar 60 orang hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintahan kecamatan, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, hingga para kader kesehatan di tingkat desa dan mukim.
Dalam kegiatan ini, Camat Krueng Sabee yang diwakili oleh Sdr. Bustami, Kepala Puskesmas Krueng Sabee Sdra Inayatsyah, SKM, serta perwakilan Danramil Krueng Sabee yang diwakili oleh Babinsa Serka Mahyuddin, turut hadir bersama unsur Polsek yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas Bripka Dedi Y. Selain itu, para kepala desa, mukim, bidan mukim, serta kader kesehatan juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di bidang gizi ibu dan anak. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan program berjalan efektif hingga ke tingkat desa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak kecamatan yang diwakili oleh Sdr. Bustami. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta pentingnya kebersamaan dalam menangani masalah gizi di wilayah Krueng Sabee.
Ia menekankan bahwa permasalahan gizi, terutama pada ibu hamil dan balita, merupakan isu yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Melalui program PMT berbasis pangan lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses makanan bergizi dengan bahan yang tersedia di sekitar lingkungan mereka.
Program PMT sendiri tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan seimbang. Dengan pendekatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dapat terus meningkat.
Dalam sesi pembekalan dan evaluasi, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pelaksanaan program di lapangan, mulai dari proses pendistribusian, pemantauan kondisi penerima manfaat, hingga evaluasi hasil yang telah dicapai selama ini.
Keterlibatan kader kesehatan dan bidan mukim menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini. Mereka merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga peran mereka sangat menentukan dalam proses pendampingan gizi di lapangan.
Selain itu, peran aparat kewilayahan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut mendukung kelancaran program. Kehadiran mereka dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kesehatan.
Pemanfaatan pangan lokal dalam program PMT juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Dengan mengoptimalkan bahan makanan yang tersedia di daerah, program ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga mendorong kemandirian pangan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan, terutama terkait gizi ibu dan anak, program seperti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya di tingkat daerah.
Kegiatan pembekalan dan evaluasi ini juga menjadi ajang untuk memperkuat koordinasi antarinstansi, sehingga pelaksanaan program di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Krueng Sabee tersebut berjalan dengan tertib dan lancar hingga selesai pada pukul 10.48 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik tanpa kendala berarti.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program PMT berbasis pangan lokal dapat terus ditingkatkan kualitas pelaksanaannya, sehingga memberikan dampak nyata bagi perbaikan gizi masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita di wilayah Krueng Sabee.
Upaya bersama ini menjadi gambaran bahwa penanganan masalah gizi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dari semua elemen masyarakat agar hasil yang dicapai dapat lebih optimal dan berkelanjutan.(0114).
