Babinsa Koramil 03/Setia Bakti Intensifkan Patroli di Titik Rawan Longsor Gunung Cincrang

ACEH JAYA – Mengantisipasi potensi bencana alam pada musim penghujan, Babinsa Koramil 03/Setia Bakti Kodim 0114/Aceh Jaya, Kopda Gito, melaksanakan patroli di wilayah yang rawan terjadi longsor di kawasan Gunung Cincrang, tepatnya di jalur nasional Banda Aceh – Meulaboh, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Rabu (22/04/2026).

Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di jalur utama tersebut. Mengingat kawasan Gunung Cincrang merupakan salah satu titik yang dikenal rawan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kegiatan patroli ini juga bertujuan untuk memantau secara langsung kondisi lingkungan di sekitar lereng perbukitan serta memastikan tidak ada tanda-tanda pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan longsor.

Sejak pagi hari, Kopda Gito menyusuri beberapa titik di sepanjang jalan nasional yang berada di kawasan Gunung Cincrang. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melakukan pengecekan kondisi tanah, tebing, serta saluran air di sekitar lokasi yang kerap menjadi titik rawan longsor.

Selain memantau kondisi alam, patroli ini juga dilakukan untuk menginventarisir titik-titik yang memiliki potensi bahaya agar dapat segera dilaporkan kepada pihak terkait apabila ditemukan kondisi yang mengkhawatirkan.

Kopda Gito mengatakan bahwa patroli di wilayah rawan bencana merupakan salah satu langkah preventif guna mengurangi risiko terjadinya dampak yang lebih besar apabila bencana terjadi.

“Musim hujan sering kali meningkatkan risiko bencana alam seperti tanah longsor dan banjir. Oleh karena itu kami melakukan patroli untuk memantau kondisi wilayah serta mengidentifikasi titik-titik yang rawan longsor,” ujarnya.

Menurutnya, jalur nasional Banda Aceh – Meulaboh merupakan salah satu akses transportasi penting yang digunakan oleh masyarakat maupun kendaraan logistik. Karena itu, kondisi jalur tersebut perlu terus dipantau untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi dapat memicu terjadinya longsor, terutama di wilayah yang memiliki kontur perbukitan seperti kawasan Gunung Cincrang.

Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk saling berbagi informasi mengenai kondisi lingkungan di wilayah tersebut.

Melalui komunikasi dengan warga, Babinsa dapat memperoleh informasi tambahan mengenai perubahan kondisi alam yang mungkin tidak terlihat secara langsung.

Kopda Gito juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.

“Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dan segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda yang mengarah pada potensi longsor, seperti retakan tanah atau pohon yang mulai miring,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara aparat kewilayahan dan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan serta penanganan bencana alam di wilayah tersebut.

Dengan adanya informasi yang cepat dari masyarakat, langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum terjadi dampak yang lebih besar.

Selain itu, patroli rutin yang dilakukan Babinsa juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan aparat kewilayahan dalam menghadapi potensi bencana di daerah binaan.

Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap terpantau dengan baik.

Wilayah Kecamatan Setia Bakti sendiri memiliki beberapa kawasan perbukitan yang rawan terhadap bencana tanah longsor, terutama pada musim penghujan.

Oleh karena itu, pemantauan secara berkala sangat diperlukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun akses transportasi.

Melalui kegiatan patroli tersebut, diharapkan potensi bencana dapat terdeteksi sejak dini sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan oleh pihak terkait.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen aparat teritorial dalam menjaga keselamatan masyarakat serta mendukung terciptanya kondisi wilayah yang aman dan kondusif di Kabupaten Aceh Jaya.(0114).