Transformasi Jalan Desa Tanjung Rejo Melalui Program TMMD ke-127

Pesawaran — Di saat mentari pagi mulai memancarkan sinarnya, suara mesin molen bergema di Desa Tanjung Rejo, memecah kesunyian. Asap tipis terlihat dari mesin pengaduk, saat cangkul berbenturan dengan campuran semen, pasir, dan split. Hari itu, tanah desa yang biasanya becek saat hujan dan berdebu saat kemarau bersiap untuk berubah menjadi jalan yang lebih kokoh berkat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 oleh Kodim 0421/Lampung Selatan.

Proses pembangunan dimulai dengan menuangkan semen, memasang cetakan, meratakan, dan memadatkan—sebuah rangkaian yang lebih dari sekadar teknis. Hal ini mencerminkan semangat pengabdian yang tulus. Seorang warga setempat mengungkapkan keresahan, “Dulu setiap kali hujan, motor sering tergelincir, Pak!” Seorang prajurit yang tengah bekerja menjawab dengan senyuman, “InsyaAllah setelah ini, jalan ini akan kuat. Anak-anak sekolah tak akan lagi takut jatuh.” Keringat mengalir membasahi seragam prajurit TNI yang dengan gigih meratakan permukaan beton menggunakan alat perata.

Di bawah sinar matahari yang terik, semangat padu terlihat jelas. TNI dan masyarakat bersatu, berkolaborasi dalam satu barisan untuk pembangunan. Rabat beton yang dikerjakan dengan sepenuh hati ini, meski berwarna abu-abu, membawa makna yang dalam. Ini adalah simbol harapan bagi anak-anak yang berlari dengan aman, petani yang lebih mudah mengangkut hasil panen, dan ibu-ibu yang tak lagi khawatir saat membawa dagangan ke pasar.

Rabat beton TMMD ke-127 bukan sekadar lantai jalan; ia adalah urat nadi perekonomian desa, bukti nyata kehadiran negara yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak. Ketika senja menyapa permukaan beton yang masih basah, keindahannya mencerminkan masa depan yang sedang dikerjakan, di mana pengabdian dan sejarah TMMD ke-127 menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *