MANGGARAI – Kelurahan Compang Carep menunjukkan semangat optimis dalam menghadapi tantangan pembangunan tahun 2026 meski tengah terjebak dalam krisis keuangan akibat bencana alam. Optimisme ini terungkap dalam rapat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Langke Rembong pada Rabu, 4 Februari 2026.
Rapat tersebut dihadiri oleh Pratu Dandi, Babinsa dari Koramil 1612-01/Ruteng, yang tidak hanya berpartisipasi sebagai pendengar, tetapi juga memberikan masukan yang konstruktif dalam diskusi bertajuk “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”.
Dari forum ini, terungkap bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah, yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintah pusat serta proses pemulihan setelah bencana. Dalam situasi ini, Pratu Dandi menekankan pentingnya menetapkan skala prioritas agar pembangunan tetap dapat memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.
“Kita perlu bersikap realistis namun tetap berinovasi. Walaupun anggaran terbatas, perencanaan yang fokus pada sektor unggulan lokal akan menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami, di jajaran Babinsa, berkomitmen untuk mendukung setiap program yang disepakati agar tepat sasaran,” ujarnya dengan tegas.
Partisipasi TNI dalam Musrenbang ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan dan pemerintah kelurahan, memastikan bahwa keterbatasan biaya tidak mengurangi kualitas pembangunan demi kesejahteraan warga Kelurahan Compang Carep.
