Morotai, Maluku Utara – Sertu Miswardi, Babinsa dari Koramil 1514-03/Wayabula, turut serta dalam acara penutupan Festival Rao Rayo Tahun 2026 yang diselenggarakan di Desa Posi-Posi, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, pada Kamis, 5 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, S.E., Camat Pulau Rao, Sherli Karolin Tamadarage, S.Ak., serta Kepala Dinas Pariwisata, Muksin Suleman, S.S. Selain itu, terdapat pula partisipasi dari Dosen Pembimbing UGM, Atrida, S.T., M.Si., Ph.D., kepala desa se-Pulau Rao, dan mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada.
Festival Rao Rayo sendiri adalah kegiatan budaya tahunan yang diadakan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, memperkuat identitas daerah, serta mendorong perkembangan sektor pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal di Pulau Rao.
Dalam sambutannya, Sertu Miswardi menekankan pentingnya budaya sebagai identitas masyarakat. “Melalui Festival Rao Rayo ini, kami berharap nilai-nilai budaya dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus mempererat kebersamaan antar warga,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat sangat krusial untuk menjaga stabilitas wilayah. “Kami siap mendukung setiap inisiatif positif yang ada, terutama yang berkaitan dengan pelestarian budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Dengan selesainya Festival Rao Rayo Tahun 2026, diharapkan masyarakat Pulau Rao semakin kuat dalam semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya lokal serta dapat menjadikan ini sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Pulau Morotai.
