MANOKWARI SELATAN – Rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Manokwari Selatan Formasi 2018 TA 2026 resmi berakhir pada hari ini, Jumat (23/1/2026).
Di hari terakhir masa pembinaan ini, para peserta tidak hanya menutup kegiatan dengan disiplin fisik, namun juga dengan aksi sosial yang menyentuh hati sebagai wujud syukur dan awal pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan hari terakhir diawali sejak dini hari dengan rutinitas pembentukan karakter dan disiplin. Para peserta memulai hari dengan bangun pagi, dilanjutkan dengan ibadah bersama, olahraga pagi untuk menjaga kebugaran, serta sarapan pagi.
Setelah persiapan fisik dan rohani, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Pagi serta aksi kurve atau pembersihan lingkungan sekitar lokasi pelatihan. Usai seluruh rangkaian kegiatan fisik selesai, para CPNS kemudian dipersiapkan untuk kembali ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing guna menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Ada momen istimewa yang menjadi sorotan di sela-sela penutupan kegiatan ini. Sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran pelatihan serta wujud nyata langkah awal pelayanan sebagai ASN di Kabupaten Manokwari Selatan, para peserta menyempatkan diri mengunjungi Kampung Tobou.
Rombongan peserta menyambangi rumah ibadah GPKAI Jemaat Khesed Sabokmeb. Dalam kunjungan tersebut, para peserta menyerahkan bantuan dan berbagi berkat kepada jemaat setempat. Aksi ini dimaknai sebagai simbol bahwa kehadiran ASN tidak hanya untuk bekerja di balik meja, melainkan hadir dan peduli di tengah-tengah masyarakat.
Dalam kegiatan sosial ini, peserta Latsar diwakili oleh Adolof Andre Testalatu, S.A.P. Penyerahan bantuan tersebut turut didampingi dan disaksikan langsung oleh Pembina Prajabatan, Letda Inf Agung Wijayanto yang menjabat sebagai Pasiops Kodim 1808/Mansel.
Kehadiran pihak TNI melalui Kodim 1808/Mansel dalam pembinaan ini diharapkan mampu mencetak karakter ASN Mansel yang tidak hanya disiplin dan tangguh, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.(1808).
