Mengukir Harapan di Dinding Baru Rumah Bapak Suhono

Pesawaran — Pada siang hari di Desa Tanjung Rejo, suara gesekan roskam yang berulang tinjauan menyergap pada dinding yang sedang diperbaiki. Proses penghalusan semen dilakukan dengan hati-hati, menutup celah-celah yang selama ini menyimpan kenangan akan dinginnya malam dan derasnya hujan yang masuk ke dalam rumah tanpa izin.

Bapak Suhono, selaku penerima manfaat program RTLH dari Koramil 0421/Lampung Selatan, kini melihat proses plester dinding bagian dalam dan pemasangan pintu kamar mandi telah memasuki tahap penting. Meskipun tampak sederhana, tahapan ini membawa dampak signifikan bagi kehidupan keluarganya.

Dengan penuh haru, Bapak Suhono menyentuh permukaan dinding yang kini mulai halus dan mengingat masa lalu, “Dulu… ketika hujan, kami terpaksa menyiapkan ember di rumah,” ungkapnya dengan nada pelan. “Anak-anak harus tidur berdesakan agar tidak terkena tetesan air.”

Seorang anggota satgas terhenti sejenak dari pekerjaannya dan menegaskan, “Kini, Pak, rumah ini akan menjadi tempat yang aman. Anda dan keluarga bisa beristirahat dengan tenang.”

Pemasangan pintu kamar mandi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, menandakan dimulainya babak baru bagi keluarga kecil ini — sebuah simbol dari privasi, martabat, dan kenyamanan yang selama ini hanya menjadi angan-angan.

Prajurit TNI dan warga setempat bekerja tanpa kenal lelah. Meski keringat membasahi seragam loreng, kebanggaan terpancar di wajah mereka. Hal ini karena yang mereka lakukan bukan hanya sekadar plesteran dinding atau pemasangan pintu, tetapi juga menutup celah kesulitan dan membuka pintu harapan. Kini, di rumah sederhana itu, Bapak Suhono tersenyum, bukan lagi sekadar bertahan, tetapi karena ia melihat masa depan keluarganya semakin menjanjikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *