Membangun Bersama: Ritual Tradisional Awali Proyek Yon Teritorial di Sumba Tengah

SUMBA TENGAH, NTT – Pembangunan Batalyon Teritorial di Kabupaten Sumba Tengah dimulai dengan prosesi adat yang dikemas dalam acara doa bersama. Pjs Danramil 03/Katikutana, bersama anggota, Pemerintah Desa Oka Wacu, dan komunitas setempat, melaksanakan ritual tersebut pada Jumat, 30 Januari 2026. Acara ini tidak hanya melibatkan unsur militer, tetapi juga tokoh agama dan tokoh adat, menandakan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memohon kelancaran dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung. Dalam sambutannya, Pjs Danramil menekankan pentingnya penghormatan terhadap tradisi lokal sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan. ‘Kegiatan ini merupakan simbol sinergi antara aparat TNI dan masyarakat, yang diharapkan dapat memperkuat pertahanan serta kesejahteraan masyarakat,’ ujarnya.

Ritual yang dipimpin oleh tokoh adat setempat menciptakan suasana khidmat, di mana doa-doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan. Kehadiran tokoh agama juga memperkaya acara dengan doa bersama yang menggambarkan keragaman keyakinan di wilayah tersebut.

Diharapkan, pembangunan Batalyon Teritorial ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kekuatan pertahanan daerah. Kesiapan TNI dalam menjalankan tugasnya diharapkan mendekatkan hubungan antara aparat dan masyarakat, khususnya di Desa Oka Wacu. Dengan adanya acara ini, TNI menunjukkan komitmen untuk selalu menghargai budaya lokal serta membangun kebersamaan yang solid dengan seluruh elemen masyarakat. Harapannya, sinergi yang terjalin menjadi pondasi kuat bagi keberhasilan masa depan pembangunan pertahanan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *