Manggarai Timur – Pencarian korban tanah longsor yang terjadi di Kampung Pau, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda memasuki hari ketiga pada Minggu (25/1/2026). Dalam upaya ini, Kodim 1612/Manggarai memimpin tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Tim SAR, serta masyarakat setempat.
Pencarian ini dipimpin oleh Peltu Abraow De Ara Ujo, Pjs Danramil 1612-04/Elar, yang secara langsung mengawasi operasi meskipun menghadapi medan yang cukup berat dan risiko longsor susulan. Menurut Peltu Abraow, kerja keras tim dan sinergi antarinstansi sangat penting untuk menemukan para korban yang masih tertimbun di balik material longsor. “Keselamatan personel adalah prioritas kami, tetapi pencarian akan terus kami lakukan hingga seluruh korban ditemukan,” ucap Abraow.
Camat Lamba Leda, Fitalis Etmo B. Lana, S.Sos, juga memberikan apresiasi, menyatakan bahwa kehadiran TNI dan aparat lainnya memberi dukungan besar bagi masyarakat yang terdampak. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pencarian ini. Kehadiran mereka memberikan kekuatan moril bagi keluarga korban,” ujarnya.
Bencana ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan merusak beberapa rumah di daerah tersebut. Sampai hari ketiga, pencarian masih dilakukan dengan alat manual agar tetap aman di bawah kondisi tanah yang labil. Tim terus bekerja dengan pengawasan ketat dan koordinasi yang intens agar proses evakuasi berlangsung aman. Upaya ini menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi bencana.
