Aceh Barat – Seperti matahari yang perlahan tenggelam setelah menerangi sepanjang hari, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0105/Aceh Barat akhirnya menutup lembar pengabdiannya.
Setelah berminggu-minggu penuh kerja keras, seluruh sasaran program dinyatakan rampung 100 persen.
Penutupan program tersebut dilaksanakan dalam sebuah upacara di Desa Lueng Jawa, Kecamatan Woyla, Rabu (11/3/2026), yang dipimpin langsung oleh Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko, S.E., M.H.
Sebelum upacara penutupan, Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0105/Abar Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada pimpinan upacara.
Dalam laporannya dijelaskan bahwa berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan, mulai dari pembangunan badan jalan, pembuatan talut penahan timbunan, rehabilitasi gorong-gorong, pembangunan wingwall hingga pemasangan cerucok bambu untuk memperkuat konstruksi.
“Seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu berkat sinergi antara personel Satgas dan masyarakat yang bersama-sama bekerja di lapangan,” ungkap Letkol Inf S. Kembaren.
Kasdam IM Brigjen TNI Dwi Sasongko kemudian membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk kolaborasi nyata antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik seperti penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, pertanian, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, program tambahan juga dilaksanakan seperti pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan fasilitas MCK, penghijauan lingkungan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sebagai tanda berakhirnya program, hasil pembangunan kemudian diserahkan secara simbolis kepada Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M.
Layaknya jembatan yang menghubungkan dua tepi sungai, TMMD tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.(0105).
