Barito Kuala — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen, Dinas Pertanian Kabupaten Barito Kuala (Batola) menggelar kegiatan sosialisasi penyampaian informasi bagi petani penerima asuransi pertanian. Acara ini dilaksanakan di kediaman Ketua Gapoktan Sumber Padi, H. Junai, yang berlokasi di Desa Jejangkit Pasar, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola. Pada Selasa 20 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa, 20 Januari 2026 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batola Dr. H. Wahyu Waguna, Kabid Sarana dan Prasarana (SDP) Ibu Hj. Helena, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jejangkit Bapak Agus, para penyuluh pertanian, serta Babinsa Koramil 1005-05/Mandastana yang turut aktif dalam mendampingi masyarakat desa binaannya.
Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Batola menekankan pentingnya program asuransi pertanian sebagai bentuk perlindungan bagi petani dari ancaman kerugian akibat bencana alam, serangan hama, maupun perubahan iklim ekstrem. “Kami berharap dengan adanya asuransi ini, petani tidak lagi merasa khawatir menghadapi musim tanam. Pemerintah hadir untuk memberikan jaminan dan rasa aman,” Ujar Dr. Wahyu Waguna.
Adapun kelompok tani Sumber Padi yang menjadi peserta dalam kegiatan ini tercatat memiliki 53 orang petani yang berhak mengklaim asuransi, dengan total luas lahan mencapai 55 hektare. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan produktivitas dan semangat petani untuk terus mengolah lahan secara berkelanjutan.
Babinsa Koramil 1005-05/Mandastana yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat petani. “Kami dari Koramil Mandastana sangat mendukung program ini. Kehadiran kami di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan bahwa petani mendapatkan informasi dan akses terhadap program-program pemerintah yang bermanfaat,” Ungkapnya saat berdiskusi bersama para penyuluh dan petani.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional. “Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Maka sudah sepatutnya kita semua, termasuk aparat kewilayahan, ikut mendampingi dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam bertani,” Ujarnya.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Para petani tampak antusias menyimak penjelasan dari para narasumber, terutama terkait mekanisme klaim asuransi dan manfaat jangka panjang dari program tersebut. Ketua Gapoktan Sumber Padi, H. Junai, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Babinsa yang selama ini aktif mendampingi kegiatan pertanian di desa.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dapat berjalan harmonis dalam mewujudkan pembangunan sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Babinsa Koramil 1005-05/Mandastana menutup pertemuan dengan harapan agar program asuransi ini terus diperluas dan dijangkau oleh lebih banyak petani di wilayah Batola. “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan di daerah kita,” Pungkasnya.(1005).
