Halmahera Utara – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Loloda Utara sejak Selasa (13/01/2026) telah menyebabkan keadaan darurat bagi masyarakat setempat. Kondisi ini memicu upaya kolaboratif antara Kodim 1508/Tobelo dan warga untuk mengatasi bahaya banjir yang mengintai. Rabu (14/01/2026), tim gabungan langsung terjun ke lapangan, melakukan berbagai tindakan untuk mencegah banjir meluas, terutama di Desa Doitia.
Dengan melakukan pembersihan lumpur dan normalisasi saluran drainase, mereka berusaha mengurangi genangan air. Namun, hujan yang tak kunjung reda menghambat progress, dengan lumpur kembali menutupi saluran yang telah dibersihkan. Situasi semakin rumit dengan tersumbatnya Sungai Doitia, yang mengakibatkan air mengalir ke perumahan warga, menyisakan kerugian yang signifikan.
Untuk mengatasi bencana ini, personel Kodim bersama masyarakat membangun tanggul darurat dari karung berisi pasir. Langkah ini dianggap vital untuk menahan air dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada rumah-rumah warga. Selain itu, Kodim 1508/Tobelo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dan angin kencang yang dapat memperburuk situasi.
Masyarakat setempat diharapkan bekerja sama dan saling menjaga satu sama lain untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh bencana banjir ini. Kolaborasi antara pihak militer dan warga menjadi kunci dalam memastikan keselamatan dan perlindungan bagi semua yang terdampak.
