ACEH BARAT – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Serda Haswin, Babinsa Koramil 09/Samatiga, melaksanakan kegiatan pemantauan harga daging meugang di sejumlah pasar tradisional wilayah Samatiga, Rabu (18/02/2026). Tradisi meugang yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Aceh selalu membawa suasana kebersamaan, namun juga diiringi dengan meningkatnya permintaan daging sehingga harga kerap mengalami lonjakan.
Meugang merupakan tradisi khas Aceh yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Dalam tradisi ini, masyarakat menyembelih hewan ternak seperti sapi atau kerbau, kemudian membagikan serta mengolah daging sebagai wujud syukur dan kebersamaan. Tradisi ini bukan sekadar konsumsi, tetapi juga simbol kepedulian sosial dan penghormatan terhadap bulan suci. Bagi masyarakat Aceh, meugang merupakan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi dengan tenang, Serda Haswin turun langsung ke pasar-pasar utama di wilayah Samatiga. Ia berkoordinasi dengan pedagang dan aparat desa guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, mengimbau agar tidak terjadi penimbunan, serta menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan daging. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tetap bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan dan menjaga semangat berbagi.
Serda Haswin menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kesejahteraan warga. “Kami ingin memastikan masyarakat Samatiga dapat melaksanakan tradisi meugang dengan tenang, harga daging tetap terjangkau, dan kebersamaan di bulan suci Ramadhan semakin erat,” ujarnya.
Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen TNI melalui Koramil 09/Samatiga untuk terus hadir mendukung masyarakat dalam menjaga tradisi, stabilitas ekonomi, serta ketenteraman menjelang bulan penuh berkah. Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan tradisi meugang tetap berjalan penuh makna tanpa memberatkan masyarakat kecil.
