ACEH BARAT — Dalam upaya mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman padi, Babinsa Koramil 04/Mrb Kodim 0105/Aceh Barat, Kopka Darmawan, membantu petani melakukan penyemprotan tanaman padi dengan menggunakan tangki semprot (hand sprayer) di Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Sabtu (27/12/2025).
Kopka Darmawan mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meringankan beban kerja petani, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga tanaman padi agar terhindar dari gangguan hama dan penyakit. Dengan perawatan yang baik, diharapkan pertumbuhan padi dapat berlangsung optimal sehingga menghasilkan gabah yang maksimal saat panen.
“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada petani agar tanaman padi tetap sehat dan terjaga dari serangan hama. Jika tanaman tumbuh baik, hasil panen tentu akan lebih maksimal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dandim 0105/Aceh Barat Letkol Inf S Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., melalui Danramil 04/Mrb Kapten Inf Andika Trio Utama, S.H. Ia menegaskan bahwa Babinsa telah diarahkan untuk aktif mendukung para petani sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan di wilayah.
“Babinsa kami instruksikan untuk selalu mendampingi petani, termasuk dalam kegiatan penyemprotan sejak dini, agar tanaman padi yang masih dalam fase pertumbuhan terhindar dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti hama wereng, gulma, maupun hama lainnya,” ujar Danramil.
Danramil juga berbagi pengalaman terkait metode dan waktu penyemprotan yang tepat. Menurutnya, penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat embun mulai menghilang dan sebelum matahari terik. Pada kondisi panas terik, hama seperti wereng cenderung bersembunyi sehingga sulit terkena insektisida.
“Untuk sore hari, penyemprotan dianjurkan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB hingga menjelang pukul 17.00 WIB, dengan fokus pada pangkal batang padi karena pada waktu tersebut wereng biasanya berada di area tersebut. Penyemprotan harus dilakukan secara merata, terutama di sela-sela bagian bawah batang,” pungkasnya.
