
Lebak — Sinergi antara berbagai instansi pemerintah dan masyarakat bergotong royong untuk mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0603/Lebak, yang diselenggarakan di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu target dalam kegiatan ini adalah renovasi lima unit rumah tidak layak huni yang sedang dilaksanakan.
Dari lima rumah yang direncanakan, empat di antaranya telah menuntaskan sekitar 75 persen pekerjaan dan kini sedang masuk ke proses pemelesteran dinding. Sementara rumah milik Ibu Rumdayah masih dalam proses pemasangan kuda-kuda atap sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Perkembangan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memberikan warga akses terhadap tempat tinggal yang lebih layak. Penanganan renovasi dilakukan secara bertahap, dengan selalu mempertimbangkan kebutuhan teknis masing-masing rumah serta kondisi setempat.
Dalam keterangan yang disampaikan Sertu Ujang, anggota dari Satgas TMMD ke-130 Kodim 0603/Lebak, ia mengatakan bahwa pekerjaan akan berlanjut dengan penyesuaian terhadap keadaan di lokasi. Sebagai contoh, jadwal pembongkaran untuk rumah Ibu Rumdayah diubah sesuai permintaan keluarga yang tengah melaksanakan tahlilan untuk orang tua mereka yang sudah tiada.
Renovasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kodim 0603/Lebak, anggota Polres Lebak, Lanal Banten, personel Yonif TP 840/GS, dan partisipasi masyarakat setempat. Keterlibatan ini mencerminkan nuansa kolaboratif dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Gotong royong menjadi kunci utama dalam pelaksanaan TMMD, dengan harapan bahwa semua sasaran fisik dapat tercapai dengan lebih efektif dan memperkuat relasi antara aparat keamanan dan masyarakat. Renovasi RTLH tak hanya memenuhi kebutuhan hunian yang layak, tetapi juga berimpak positif terhadap kesehatan dan kenyamanan para penghuninya.
Satgas TMMD ke-130 tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan hingga seluruh rumah selesai. Progres empat rumah yang mencapai 75 persen menjadi pencapaian yang signifikan, sementara satu unit rumah milik Ibu Rumdayah tetap dikerjakan sesuai penyesuaian yang disepakati.
