Tantangan Teknologi dan Geopolitik, Kasad Soroti Keterampilan Hukum Prajurit

Tantangan Teknologi dan Geopolitik, Kasad Soroti Keterampilan Hukum Prajurit

JAKARTA, tniad.mil.id – Jenderal TNI Tandyo Budi R., Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), menekankan pentingnya penguatan kompetensi para prajurit hukum TNI Angkatan Darat dalam menghadapi tantangan hukum yang semakin sophisticated. Tantangan tersebut meliputi perkembangan teknologi informasi, dinamika geopolitik, serta ancaman nirmiliter yang terus berkembang.

Pernyataan Kasad ini disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Paban VIII/Kumtaltibprot Spersad, Kolonel Inf Akbar Novrizal Yusananto, S.I.P., M.Han., saat berlangsungnya Wisuda Sarjana dan Pascasarjana di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Tahun 2026. Acara wisuda tersebut dikepalai oleh Brigjen TNI Raden Deltanto Sarwi Diatmiko, S.H., M.H., selaku pimpinan sidang, di Balai Sudirman, Jakarta pada Rabu (21/10/2026).

Sebanyak 90 orang lulusan, terdiri dari 24 sarjana dan 66 pascasarjana, mengikuti acara tersebut. Diharapkan para lulusan tersebut dapat mengembangkan kemampuan analisis hukum yang solid serta menyesuaikan diri dengan berbagai permasalahan hukum yang berpengaruh pada tugas militer mereka.

Dalam sambutannya, Kasad memperhatikan tantangan hukum yang muncul akibat kemajuan teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI), kejahatan siber, perlindungan data pribadi, dan isu hukum yang terkait dengan senjata otonom. Selain itu, prajurit hukum diharapkan untuk memahami prinsip-prinsip hukum humaniter internasional mengingat konteks dinamika geopolitik dan hak asasi manusia.

Kasad juga berpesan kepada para lulusan supaya terus meningkatkan kompetensi mereka dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kemanusiaan. “Sebagai prajurit, penting untuk tetap berpegang pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap tindakan,” kutip Paban.