Sebanyak 14 Perwira Siswa (Pasis) dari Seskoad Dikreg LXIV melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Langkah ini merupakan bagian dari misi strategis penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang difokuskan pada tiga provinsi utama, yakni Lampung, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan. Di Lampung sendiri, penugasan disebar ke lima titik penting mulai dari Metro hingga Tanggamus guna memastikan cakupan data yang luas.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kolonel Inf. Hasroel Thamim ini berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Program kerja dibagi dalam dua fase, yaitu fokus pada Wilayah Pertahanan di Kodim 0429/Lamtim dan Pembinaan Satuan di Yonif TP 943/DPC. Selain agenda internal militer, para perwira juga memberikan penyuluhan mendalam terkait mitigasi bencana kebakaran kepada masyarakat setempat.
Tim KKL aktif melakukan koordinasi lintas sektoral dengan menemui Bupati, jajaran Polres, hingga pihak BPBD untuk memetakan luasan dampak karhutla yang telah mencapai lebih dari 1.700 hektare. Data lapangan menunjukkan beberapa desa seperti Braja Harjo Sari dan Rantau Jaya Udik menjadi area terdampak paling parah. Melalui audiensi ini, tim berusaha merumuskan solusi berbasis data teknis dan kondisi riil di lapangan.
Salah satu aspirasi kuat yang muncul dari warga adalah permintaan penyediaan sarana fisik berupa sumur bor dan perlengkapan pemadam di lokasi rawan api. Masyarakat menegaskan bahwa bantuan alat lebih mendesak dibandingkan sekadar teori penyuluhan. Di akhir kegiatan, para perwira juga melakukan aksi sosial membersihkan rumah ibadah sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
