ACEH JAYA – Kondisi pasokan dan harga ikan menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi masyarakat pesisir yang perlu terus dipantau di tingkat wilayah. Babinsa Koramil 05/Panga Kodim 0114/Aceh Jaya, Sertu Astrada Beruh, melakukan komunikasi sosial dengan pedagang ikan Muhaimin Ayub (53) di Desa Kuta Tuha, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (23/8/2026), untuk mengetahui perkembangan perdagangan sekaligus kondisi lingkungan di sekitar tempat usaha.
Dalam komunikasi tersebut, pembahasan mencakup ketersediaan pasokan ikan yang saat ini disebut berjalan lancar serta perkembangan harga sejumlah komoditas. Informasi dari pedagang menunjukkan harga ikan relatif mengalami penurunan dibandingkan kondisi sebelumnya, sementara pasokan tetap tersedia sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung seperti biasa.
Ikan tuna kecil atau sisik berada pada harga Rp45.000 per kilogram, ikan dencis Rp30.000 per kilogram, sedangkan udang besar mencapai Rp80.000 per kilogram. Udang tersebut disebut didatangkan dari Banda Aceh. Informasi harga tersebut menjadi gambaran kondisi perdagangan ikan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Panga pada saat pemantauan dilakukan.
Bagi masyarakat, ketersediaan pasokan dengan harga yang relatif lebih rendah memberikan dampak langsung terhadap aktivitas perdagangan dan kebutuhan konsumsi. Pedagang memiliki kepastian pasokan untuk menjalankan usaha, sementara masyarakat memiliki akses terhadap komoditas perikanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Komunikasi sosial yang dilakukan Babinsa tidak berhenti pada pembahasan mengenai harga dan pasokan. Sertu Astrada Beruh juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan di sekitar lapak penjualan ikan. Aspek kebersihan menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan pangan karena berkaitan dengan kenyamanan lingkungan maupun kualitas tempat usaha.
Lingkungan lapak yang bersih dapat memberikan manfaat bagi pedagang dan pembeli. Kebersihan juga mencerminkan kepedulian terhadap ruang publik yang digunakan bersama. Karena itu, pesan mengenai kebersihan menjadi bagian dari komunikasi Babinsa dengan pedagang dalam kegiatan tersebut.
Pemantauan kondisi perdagangan melalui komunikasi langsung juga memperlihatkan bagaimana tugas kewilayahan dapat bersentuhan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Babinsa memiliki posisi yang dekat dengan warga sehingga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan ekonomi lokal secara langsung dari pelaku usaha.
Pasokan pangan yang berjalan lancar merupakan salah satu unsur yang mendukung stabilitas masyarakat. Dalam konteks ketahanan wilayah, ketersediaan bahan pangan dan kelancaran distribusi memiliki hubungan dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kondisi perdagangan komoditas seperti ikan juga memiliki arti dalam melihat dinamika ekonomi di tingkat lokal.
Kecamatan Panga memiliki aktivitas masyarakat yang beragam, termasuk perdagangan hasil perikanan. Pergerakan pasokan dari daerah lain menunjukkan adanya hubungan distribusi antardaerah yang turut mendukung kebutuhan masyarakat. Ketika pasokan berjalan lancar, aktivitas perdagangan dapat berlangsung secara lebih stabil.
Dari sisi pembinaan teritorial, komunikasi dengan pedagang menjadi salah satu cara Babinsa memahami kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh. Informasi mengenai harga, pasokan dan kondisi lingkungan dapat menjadi gambaran bagi aparat mengenai dinamika yang terjadi di wilayah binaan.
Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bahwa ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Ketahanan ekonomi dan kemampuan masyarakat menjalankan aktivitas perdagangan secara normal merupakan bagian dari kondisi wilayah yang stabil. Karena itu, interaksi dengan pelaku usaha menjadi salah satu bentuk perhatian aparat terhadap kehidupan masyarakat.
Profesionalisme prajurit dalam tugas kewilayahan salah satunya tercermin melalui kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat. Babinsa tidak hanya berfungsi dalam konteks pemantauan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari hubungan sosial yang memungkinkan informasi dari lapangan diterima secara langsung.
Kebersihan lingkungan perdagangan juga memiliki kaitan dengan kualitas kehidupan masyarakat. Tempat usaha yang terawat akan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi pembeli dan pedagang. Kesadaran menjaga kebersihan menjadi tanggung jawab bersama, terutama pada lokasi yang setiap hari menjadi tempat bertemunya banyak orang.
Melalui komunikasi dengan Muhaimin Ayub, Sertu Astrada Beruh mendapatkan informasi mengenai kondisi pasokan dan harga ikan sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan sekitar lapak. Kegiatan tersebut menjadi bentuk sederhana dari pembinaan masyarakat yang menghubungkan aspek ekonomi, lingkungan dan hubungan sosial.
Kondisi pasokan ikan yang lancar dan harga yang relatif menurun memberikan gambaran positif terhadap aktivitas perdagangan di Desa Kuta Tuha. Namun, pemantauan tetap diperlukan karena harga komoditas dapat berubah mengikuti pasokan, distribusi dan kondisi pasar.
Dari kegiatan tersebut terlihat bahwa komunikasi sosial di tingkat desa memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas antara aparat dan masyarakat. Ketika informasi mengenai kondisi ekonomi, lingkungan dan keamanan dapat disampaikan secara terbuka, potensi persoalan dapat diketahui lebih awal dan hubungan sosial dapat terus diperkuat.
Melalui pendekatan langsung kepada pedagang dan masyarakat, Koramil 05/Panga terus menjalankan pembinaan teritorial dengan memperhatikan berbagai aspek kehidupan warga. Stabilitas perdagangan, kepedulian terhadap kebersihan dan komunikasi yang terjaga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh serta mendukung ketahanan wilayah Kabupaten Aceh Jaya.(0114).
