Gresik – Saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 berlangsung di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, terlihat momen yang menarik perhatian masyarakat. Dalam suasana malam, tim media melaporkan adanya pemandangan unik yang melibatkan seorang anak yang mengenakan seragam SD.
Anak tersebut terlihat duduk di atas atap mobil pick-up, membantu mengambil campuran adukan semen, pasir, dan kerikil yang diangkut dari truk mixer menuju area yang akan dicor. Aktivitas ini dilakukan pada malam hari, tepatnya pada Kamis (07/05/2026), di mana prajurit TNI berkolaborasi dengan warga untuk mengecor Jalan Usaha Tani (JUT) hingga larut pagi sekitar pukul 03.30 WIB.
Bagi sebagian warga setempat, kehadiran anak berpakaian seragam ini bukanlah sebuah kebetulan. Ada tradisi lama yang dipercaya oleh masyarakat bahwa saat membangun infrastruktur di malam hari, penggunaan pakaian anak, termasuk seragam SD, diyakini dapat mengusir hujan.
Secara budaya, cara ini diakui sebagai bagian dari ritual yang telah berlangsung turun-temurun. Beberapa di antaranya berpandangan bahwa pakaian anak melambangkan kepolosan, sehingga diharapkan alam akan memberikan cuaca yang bersahabat. Meskipun secara ilmiah ritual ini tidak terbukti mampu mempengaruhi cuaca, tradisi ini menunjukkan sinergi antara kerja kolaboratif dan kepercayaan masyarakat.
