TMMD Boalemo 2026 Dikebut, Jalan Rabat Beton Hutamonu Mulai Membelah Desa

BOALEMO – Suara bising mesin molen yang berputar tanpa henti di Desa Hutamonu bukan sekadar aktivitas konstruksi biasa. Bagi warga setempat, bunyi itu adalah melodi harapan. Memasuki fase krusial TMMD ke-128, Satgas Kodim 1316/Boalemo bersama rakyat menunjukkan aksi nyata “tancap gas” dalam merampungkan jalan rabat beton yang menjadi urat nadi baru desa. Selasa (05/05/2026).

Jika sebelumnya jalanan ini identik dengan jebakan lumpur dan tanah merah yang melumpuhkan aktivitas saat hujan, kini pemandangan telah berganti. Hamparan beton abu-abu yang kokoh mulai membentang, membelah kesunyian hutan dan perkebunan, menghubungkan mimpi warga dengan masa depan yang lebih cerah.

Kecepatan progres fisik yang melampaui target mingguan ini tidak lepas dari sinergi “dua kekuatan”. Personel Satgas Kodim 1316/Boalemo yang bahu-membahu dengan prajurit Yonif TP 915/Bitu’o, serta dukungan penuh masyarakat desa, menjadi mesin penggerak utama. Dengan metode pengerjaan paralel, setiap jengkal jalan dikerjakan dengan presisi tanpa mengesampingkan kecepatan.

Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., saat memantau langsung titik pengecoran, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya melihat etos kerja di lapangan.

“Apa yang kita bangun hari ini bukan sekadar jalan, melainkan jembatan kesejahteraan. Kita sedang memutus rantai isolasi ekonomi yang selama ini membelenggu potensi Desa Hutamonu. Ritme kerja yang luar biasa ini adalah bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan,” ujar Letkol Czi Wiratama dengan nada optimis.

Dampak dari pembangunan ini mulai dirasakan secara instan. Para petani yang biasanya harus memikul hasil bumi dengan jalan yang kurang layak untuk dilewati kini mulai tersenyum lebar. Kendaraan pengangkut kini dapat menjangkau lebih dekat ke area produksi, yang artinya biaya angkut menurun dan nilai jual hasil tani meningkat.

Tak hanya soal ekonomi, aspek sosial pun tersentuh. Anak-anak sekolah di Hutamonu kini tak perlu lagi mengganti sepatu mereka yang kotor akibat lumpur saat tiba di sekolah. Jalan beton ini telah memberikan mereka akses pendidikan yang lebih layak dan nyaman.

Letkol Czi Wiratama memberikan penekanan tegas kepada jajarannya untuk tidak sedikit pun mengurangi standar kualitas. Beliau menegaskan bahwa daya tahan infrastruktur adalah bentuk pertanggungjawaban TNI kepada rakyat.

“Saya instruksikan seluruh personel agar tetap konsisten menjaga kualitas beton. Kita ingin jalan ini bertahan lama agar manfaatnya bisa dirasakan hingga waktu jangka panjang. Selesaikan pengabdian ini dengan sempurna sebelum penutupan pada 21 Mei mendatang,” tegasnya.

TMMD ke-128 di Desa Hutamonu bukan sekadar proyek fisik, melainkan sebuah transformasi wajah desa. Di bawah kepemimpinan Letkol Czi Wiratama Suryono, Kodim 1316/Boalemo sedang menuliskan sejarah baru: bahwa di tangan yang tepat, keringat dan semen bisa berubah menjadi kado terindah bagi kemajuan Bumi Boalemo.(1316).