Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memberikan pengarahan penting kepada para calon Komandan Batalyon (Danyon) dan Komandan Kompi (Danki) satuan Infanteri menjelang pendidikan mereka di Pakistan. Dalam pertemuan yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat, ia menekankan bahwa setiap tugas yang diemban harus diselesaikan dengan kinerja terbaik. Hal ini menjadi salah satu indikator tanggung jawab dan profesionalisme yang harus dimiliki prajurit TNI.
Dalam arahannya, Kasad menegaskan pentingnya pola pikir solutif untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan. Para calon pemimpin ini diharapkan tidak hanya mampu menjawab tantangan, tetapi juga berinovasi dan berkreasi demi menghasilkan solusi yang optimal. Menurutnya, pemikiran yang fokus pada kepentingan bangsa dan negara sangat krusial dalam menyelesaikan tugas dengan baik.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi juga ditekankan oleh Kasad sebagai elemen vital dalam memaksimalkan penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) dan perlengkapan yang dimiliki. Dengan demikian, para prajurit mampu beradaptasi terhadap dinamika lingkungan yang terus berkembang. “Jadikanlah kesempatan ini sebagai momen belajar yang berharga untuk mempersiapkan diri menjadi prajurit unggul,” katanya.
Sejumlah 100 perwira yang terlibat dalam pendidikan ini diharapkan dapat menjadi pemimpin yang efektif, profesional, dan inovatif. Pelatihan yang akan berlangsung dari 17 April hingga 28 Juni 2026 di Pakistan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan di TNI Angkatan Darat, mendukung kekuatan, dan kemajuan institusi secara keseluruhan.
