Kodim 1006/Banjar Dukung Kelancaran Festival Becatuk Dauh 2026, Hadiri Rapat Koordinasi Panitia

Martapura – Kodim 1006/Banjar menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya lokal dengan menghadiri Rapat Koordinasi Petugas Kegiatan Festival Becatuk Dauh Tahun 2026 yang digelar di Aula Disbudporapar, Gedung Pemuda Martapura, Jalan A. Yani KM 39,5, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (4/2/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri sekitar 30 orang dari unsur pemerintah daerah, TNI–Polri, serta instansi terkait. Kodim 1006/Banjar dalam kegiatan ini diwakili oleh Kapten Dormen Simbolon, yang hadir sebagai bentuk dukungan TNI AD dalam memastikan kegiatan budaya daerah berjalan aman, tertib, dan lancar.

Rapat dipimpin oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Muhammad Syahid, S.Pi., MP, serta dihadiri perwakilan Polres Banjar, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan unsur terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut dibahas secara rinci rangkaian kegiatan Festival Becatuk Dauh Tahun 2026, mulai dari rundown acara, teknis pelaksanaan lomba, ketentuan peserta, sistem penilaian, hingga pembagian tugas pengamanan dan petugas lapangan lintas instansi.

Festival Becatuk Dauh 2026 rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 10–12 Februari 2026, dengan diikuti 21 grup peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini merupakan agenda budaya tahunan yang digelar menjelang bulan suci Ramadhan, sebagai upaya melestarikan seni tradisi Banjar sekaligus menjadi sarana hiburan masyarakat.

Kodim 1006/Banjar menegaskan kesiapan untuk melaksanakan monitoring dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mendukung kelancaran, keamanan, dan ketertiban selama festival berlangsung. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana kegiatan yang aman dan kondusif.

Melalui dukungan ini, Kodim 1006/Banjar berharap Festival Becatuk Dauh dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan bakat seni, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal agar tradisi Becatuk Dauh tetap lestari dan diwariskan ke generasi mendatang.(1006).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *