Lembaga Adat Malind Anim Sampaikan Aspirasi Masyarakat kepada Pangdam XXIV/Mandala Trikora

MERAUKE – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., menerima kunjungan audiensi dari perwakilan Lembaga Adat Malind Anim di Ruang Transit Makodam XXIV/MT, Merauke, Senin (12/01/2026).

Kunjungan delegasi Lembaga Adat Malind Anim ini bertujuan utama untuk menyampaikan keberadaan lembaga mereka di Kabupaten Merauke dan memaparkan aspirasi mendesak masyarakat adat Marind kepada Pangdam. Aspirasi tersebut berpusat pada tiga sektor krusial: Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Ekonomi demi kemajuan Malind Anim di Provinsi Papua Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Lembaga Adat Malind Anim tidak hanya menyampaikan kondisi terkini masyarakat, tetapi juga memaparkan program kerja strategis yang telah disusun untuk tahun 2026. Program tersebut dirancang untuk mengatasi kesenjangan di sektor-sektor yang menjadi perhatian utama.

Menanggapi penyampaian aspirasi dan program kerja, Pangdam Mayjen TNI Lucky Avianto menyatakan apresiasinya terhadap peran aktif Lembaga Adat sebagai mitra TNI.
“Kami memandang penting sinergi antara TNI dan lembaga adat. Aspirasi yang disampaikan ini akan menjadi perhatian serius kami untuk disinkronkan dengan program Pembinaan Teritorial (Binter) Kodam XXIV/MT, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan di wilayah adat Marind,” ujar Pangdam.

Pangdam juga menegaskan bahwa Kodam XXIV/MT siap memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai kapasitasnya untuk membantu realisasi program kerja Lembaga Adat, terutama yang berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Transit Makodam XXIV/Mandala Trikora ini berjalan lancar dalam suasana yang hangat dan konstruktif. Turut serta mendampingi Pangdam dalam audiensi tersebut, Irdam XXIV/MT Brigjen TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos., M.I.P., serta para Asisten Kasdam.

Kegiatan audiensi ini diharapkan mampu mempererat hubungan yang dilandasi semangat kebersamaan dan keselarasan antara TNI AD dan tokoh adat dalam menjaga stabilitas wilayah serta mendukung percepatan pembangunan di Provinsi Papua Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *