Babinsa Posramil 05/PC Terus Lakukan Pendampingan Terhadap Petani, Cek Perkembangan Padi

ACEH BARAT – Kopka Doni Firdaus, Babinsa Posramil 05/PC Kodim 0105/Aceh Barat, terus menunjukkan dedikasi yang tidak pernah surut dalam mendampingi Kelompok Petani Desa (KPD) melalui rangkaian kegiatan pembinaan dan pemantauan intensif di lapangan. Pendampingan dilakukan di Desa Krung Beukah, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (13/12/2025).

Upaya ini bukan sekadar formalitas rutinitas, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk memastikan para petani memperoleh pengetahuan, perhatian, dan dukungan yang mereka butuhkan dalam mengembangkan usaha pertanian, khususnya pada tanaman padi yang menjadi komoditas utama di wilayah tersebut.

Pada kegiatan terbarunya, Kopka Doni kembali turun langsung ke area persawahan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap perkembangan padi yang tengah memasuki tahap pertumbuhan krusial. Saat menyusuri areal sawah, ia memperhatikan satu per satu petakan padi, mulai dari warna daun, jumlah anakan, tingkat kelembapan tanah, hingga kondisi perakaran yang menjadi salah satu indikator kesehatan tanaman. Langkah pemantauan detail ini dilakukan agar setiap potensi masalah dapat terdeteksi sejak dini, sehingga produksi padi dapat mencapai hasil yang optimal.

Tidak hanya melakukan observasi visual, Kopka Doni terlibat dalam diskusi mendalam bersama para petani terkait dinamika yang mereka hadapi di lapangan. Ia mendengarkan dengan saksama berbagai keluhan, seperti fluktuasi cuaca, ketersediaan air irigasi, peningkatan populasi hama tertentu, hingga kendala akses pupuk. Dengan pendekatan dua arah, ia tidak hanya memberikan saran teknis, tetapi juga mendorong petani agar mampu melakukan analisis mandiri terhadap kondisi tanaman mereka, sehingga keputusan di lapangan dapat diambil dengan lebih tepat dan cepat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan bimbingan mengenai penggunaan pupuk yang lebih efisien dan berimbang sesuai kebutuhan tanaman. Ia menjelaskan pentingnya memperhatikan fase pertumbuhan padi, jenis pupuk, serta dosis yang tepat agar tidak menimbulkan kerusakan tanah maupun pemborosan biaya. Selain itu, ia membantu petani mengidentifikasi tanda-tanda awal serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat waktu dan lebih efektif.

Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan ini memberikan pengaruh positif terhadap motivasi dan semangat kerja para petani. Banyak di antara mereka yang merasa lebih percaya diri dalam menerapkan teknik-teknik pertanian yang lebih modern, sambil tetap memadukan pengalaman lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kopka Doni juga menekankan pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam kelompok tani, karena keberhasilan tidak terlepas dari sinergi dan gotong royong para anggota dalam mengelola lahan.

Selain manfaat teknis, kehadiran Kopka Doni membawa dampak sosial yang sangat signifikan. Ia menciptakan hubungan yang akrab dan saling percaya dengan para petani, sehingga ruang diskusi menjadi terbuka dan berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan tanpa keraguan. Hubungan yang hangat dan komunikatif ini menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Lebih jauh, pendampingan tersebut diharapkan dapat mendukung program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah. Dengan meningkatnya kualitas pengelolaan sawah dan produksi padi, kesejahteraan petani dapat terdorong, sementara pasokan pangan lokal dapat lebih terjamin. Kopka Doni menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada konsistensi pendampingan, peningkatan kapasitas petani, serta kepedulian terhadap kondisi riil di lapangan.

Melalui langkah-langkah yang terukur dan didasari kepedulian tersebut, kegiatan pendampingan Kopka Doni Firdaus menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara aparat pendamping dan petani dapat mendorong perkembangan sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. Upaya yang dilakukan bukan sekadar bentuk tugas, tetapi juga kontribusi langsung terhadap pembangunan desa, peningkatan produktivitas pangan, serta kesejahteraan masyarakat tani di masa kini maupun masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *