KUTAI TIMUR – Dalam rangka mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) pada musim kemarau, jajaran Koramil 0909-03 Muara Wahau bersama unsur Forkopimcam dan instansi terkait. Sertu Army Legi melaksanakan kegiatan mitigasi struktural di wilayah rawan kebakaran, pada Jumat (5/12/2025).
Kegiatan mitigasi ini meliputi pengecekan sarana prasarana pemadaman, pemasangan patok dan sekat kanal, pembersihan jalur hijau, serta pemeriksaan sumber air pada area perkebunan, lahan masyarakat, dan kawasan hutan yang berpotensi mengalami kebakaran. Selain itu, dilakukan pula pendataan dan identifikasi titik rawan api pada sejumlah wilayah kecamatan.
Komandan Kodim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, S.H., M.H.I di tempat terpisah menyampaikan bahwa mitigasi struktural menjadi langkah penting untuk meminimalisir luasan dan dampak Karhutlah. “Penanganan Karhutlah bukan hanya saat kebakaran sudah terjadi, tetapi harus dimulai dari pencegahan, perencanaan, dan kesiapan sarana pendukung di lapangan. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Pemerintah Daerah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan penanggulangan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel dan unsur terkait dapat semakin siap dalam menghadapi kemungkinan ancaman Karhutlah, termasuk memastikan peralatan pemadaman, akses ke titik-titik rawan, serta sistem komunikasi dan pelaporan dapat berjalan efektif.
Kegiatan diakhiri dengan apel pengecekan perlengkapan dan pembagian sektor tugas agar seluruh unsur memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dalam penanganan dini Karhutlah di wilayah Muara Wahau.
Dengan adanya mitigasi struktural yang dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan, wilayah Kutai Timur diharapkan dapat lebih siap menghadapi musim kemarau dan meminimalkan risiko kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan.(0909).
